Ini yang dilakukan Herry SW kemarin. Sekitar pukul 11.14 WIB dia dihubungi seseorang yang mengaku dari sebuah stasiun televisi swasta nasional memberikan kabar bahwa Herry dapat hadiah undian. Penipu yang mengaku bernama Drs. H. Alif Gunawan staf marketing sebuah stasiun televisi swasta nasional itu menghubungi dari nomor HP 085289744134. "Selamat bapak jadi pemenang ketiga dari 10 juta lebih orang yang kami undi. Anda dapat hadiah uang Rp10 juta dan pulsa sebesar Rp500 ribu," kata penelpon itu.
Selanjutnya kelucuan demi kelucuan terjadi dalam percakapan selama 17 menit 36 detik itu. "Saya mulanya hanya iseng saja, sekalian saya ingin tahu bagaimana modus mereka melakukan penipuan. Akhirnya saya ulur-ulur waktu agar pulsa telepon dia habis," kata dia.
Dalam percakapan itu, Herry mengaku bernama Fuad berdomisili di Jawa Tengah. Diantara kelucuan-kelucuan terjadi tatkala sang penipu tidak paham nama bank asing yang disebut Herry SW. Berikutnya, Herry SW juga mengerjai penipu ini dengan menyebut opsi-opsi berbahasa Inggris yang ada di ATM, yang ternyata tidak dipahami penipu.
Terakhir, Herry yang dipandu untuk mengoperasikan ATM, dengan lugu juga menyebut ada tulisan Please Call the Police. Tapi rupanya si penipu yang tidak paham Bahasa Inggris itu dengan sok tahu terus memberikan instruksi, "Iya...pencet yes...please call the police"
Berikut cuplikan transkripsi dialog tersebut :
Penipu : Selamat siang pak. Saya Drs Alif Gunawan marketing RCTI Jakarta. Ini dengan bapak siapa ya?
Herry SW : Ini dengan Pak Fuad
Penipu : Kami mau bertanya. Apa bapak sudah diinformasikan bahwa anda menang undian RCTI ?
Herry SW : Belum Pak
Penipu : Oooh..belum ya pak? Kalau begitu saya minta waktu untuk menjelaskan perihal undian yang diselenggarakan RCTI. Kemarin malam dilakukan pengundian menyambut tahun baruan 2013, disiarkan langsung dan disaksikan banyak pejabat termasuk Gubernur DKI Jakarta. Nah, bapak ternyata berhasil mendapat juara ketiga dalam pengundian yang kita tarik dari 10 juta lebih orang. Anda berhasil dapat hadiah uang Rp10 juta dan pulsa Rp500 ribu. Untuk pemenang undian dari Jakarta bisa diambil langsung di kantor RCTI. Tapi yang dari luar kota, bisa diambil lewat ATM Bapak. Bapak domisili di mana?
Herry SW : Jawa Tengah, pak.
Penipu : Kalau begitu selamat ya, bapak bisa ambil hadiahnya lewat ATM. ATM Bapak di bank apa?
Herry SW : Stanchard (Standard Chartered Bank) dan Citibank.
Penipu : hmmm..itu bank apa?
Herry SW : Itu bank yang ada di Indonesia...Saya biasa pakai ATM-nya.
Penipu : bisa diulang nama banknya pak?
Herry SW : Standchard...
(Berkali-kali sang penipu bertanya tentang bank yang disebut Herry SW).
Penipu : ...Oooo...bank bangkar ya?
Herry SW : Bukan pak...Standchard..!
Penipu : ...Oooo...bank sejahtera??
Herry SW : bukan pak....! Bank Standchard...standard chartered
Penipu : Aduh..susah sekali itu. Nggak ada bank itu?
Herry : Loh...ada kok.
Penipu : ...Ooo...iya..iya..itu bank yang ada di daerah bapak ya?
Herry SW : bukan pak ! Ini bank ada di Indonesia, juga di luar negeri...!!!!!
Herry SW kemudian mengulur waktu seakan sedang mengantre ATM Standard Chartered Bank. Setelah itu berlanjutlah kelucuan-kelucuan dalam mengerjai penipu itu. Lengkap rekaman perbincangan iseng dengan penipu itu, silakan klik
Rekaman Percakapan
"Kalau didengar suara latar percakapan itu, ada percakapan lain lagi terdengar samar. Kalau disimak benar-benar, percakapan itu seperti orang sedang meyakinkan orang lain lewat HP. Perbincangannya ya mirip dengan perbincangan saya dengan penipu itu," kata Herry.
Dia menduga, pelaku penipuan ini tidak hanya satu orang. Mereka sudah punya konsep yang baku bagaimana menipu korbannya. Skenarionya mungkin berbeda. Dalam kasus Herry SW, dia dicoba untuk ditipu dengan iming-iming hadiah undian. Tapi ujung-ujungnya sama, menggiring korbannya ke ATM dengan dalih mengambil hadiah. Berikut cuplikan percakapan Herry SW dengan pelaku penipuan modus gendam via HP
Kemudian di ATM, korban akan digiring untuk menekan tombol-tombol yang tanpa disadari melakukan transfer uang ke nomor rekening tertentu. Pada kasus penipuan yang dialami Herry SW, penipu mengarahkan mentransfer uang senilai Rp999.999 ke BNI nomor rekening 0275223092 dengan nama ERLANI.
Kata Herry, sindikat ini sebenarnya bisa dilacak karena operator telepon sudah memiliki teknologi untuk mengetahui darimana nomor tertentu melakukan panggilan. Bahkan dengan surat perintah dari kepolisian, posisi detil saat dilakukan panggilan telepon itu bisa dilacak lewat teknologi yang ada di operator telepon.
"Semuanya ini memang tergantung pada kepolisian. Kalau saya dengar logat-logatnya, pelaku ini sepertinya bukan orang Jawa. Dari sini bisa dilacak," kata dia.(edy)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar